Kamis, 23 Juli 2020

BAB II PENGARUH INTERAKSI SOSIAL TERHADAP SOSIAL DAN KEBANGSAAN ; Mobilitas Sosial

Apa itu mobilitas sosial?

Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain, baik lebih tinggi maupun menjadi lebih rendah dari sebelumnya.Misalnya:
Seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang.

Seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil, lalu membukan usaha lain, namun gagal dan akhirnya jatuh miskin.

Apa saja bentuk-bentuknya?

>>Mobilitas Vertikal

Mobilitas vertikal adalah perpindahan seseorang atau kelompok dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial yang lain yang tidak sederajat.

1. Mobilitas Vertikal Ke Atas

2. Mobilitas Vertikal Ke Bawah


>>Mobilitas Horisontal

Mobilitas horisontal adalah perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan yang sama.

Contoh:
Pak Zahri adalah Kepala SMPN 3 Semarang kemudian dipindahtugaskan menjadi Kepala SMP 9 Demak.

Mengapa terjadi mobilitas sosial?

>>Faktor Struktural

Struktur masyarakat Indonesia sangat terbuka. Orang miskin dapat mengalami mobilitas setinggi-tingginya bahkan menjadi presiden.

Pada masa sekarang banyak orang miskin yang menjadi kaya karena kegigihannya dalam berusaha. Demikian halnya banyak kasus orang kaya tiba-tiba miskin karena terlena dengan kekayaanya, lantas menjadi santai menjalani hidup.

>>Faktor Individu

Keberhasilan individu sangat ditentukan sikap dan perilaku individu tersebut.

Contoh:
Dua orang sarjana dari perguruan tinggi yang sama-sama melamar pekerjaan di suatu perusahaan. Hanya satu orang yang diterima karena dianggap memiliki ambisi dan komitmen dalam hidup.

>>Faktor Sosial

Saat manusia dilahirkan, tidak ada satu pun yang dapat memilih status. Apabila ia tidak puas dengan kedudukan yang diwariskan orang tuanya, ia dapat mencari kedudukannya sendiri di lapisan sosial yang lebih tinggi.

>>Faktor Ekonomi

Keadaan ekonomi yang baik memudahkan individu dan kelompok melakukan mobilitas sosial.

Masyarakat yang kondisi ekonominya baik, cenderung lebih mudah melakukan mobilitas sosial. Mereka lebih mudah memperoleh modal, pendidikan, dan kesempatan lainnya.

>>Faktor Politik

Kondisi negara yang aman dan damai membuat para pemimpin dapat menjalankan roda pembangunan dengan baik.

Semua rakyat berperan aktif dalam pembangunan. Hal ini jelas mempengaruhi mobilitas sosial warga negara.

>>Kemudahan Akses Pendidikan


Jika pendidikan berkualitas mudah didapat, tentu mudah juga bagi orang untuk melakukan gerakan/mobilitas dengan berbekal ilmu yang diperolehnya.

Sebaliknya, kesulitas dalam mengakses pendidikan yang bermutu menjadikan orang tak menjalani pendidikan yang bagus, serta sulit untuk mengubah status karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan.

Faktor apa saja yang dapat menghambatnya?

>>Kemiskinan


Faktor ekonomi dapat membatasi mobilitas sosial. Bagi masyarakat miskin, mencapai status sosial tertentu merupakan hak yang sangat sulit.

Salah satu penyebab kemiskinan adalah pendidikan yang rendah. Masyarakat yang berpendidikan rendah berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia.

Akibatnya tingkat kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan terbatas.

>>Diskriminasi


Diskriminasi berariti pembedaan perlakuan karena alasan perbedaan bangsa, suku, ras, agama, dan golongan.

Pada masa penjajahan, terjadi diskriminasi pemerintah Hindia Belanda terhadap masyarakat Indonesia dan masyarakat keturunan Eropa.

Dalam memperoleh pendidikan, masyarakat Indonesia disediakan pendidikan yang kualitasnya berbeda dengan sekolah untuk orang-orang Eropa. Hal ini tentu mempersulit mobilitas sosial rakyat Indonesia.

  • Saluran Mobilitas Sosial
  • Pendidikan
  • Organisasi Politik
  • Organisasi Ekonomik
  • Organisasi Profesi


0 komentar:

Posting Komentar